Pada
era industri 4.0 setiap organisasi termasuk koperasi harus mampu untuk dapat
beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, apabila tidak dapat membaca situasi
perubahan tersebut maka dengan muda tergilas oleh perubahan lingkungan.
Koperasi zaman now harus dapat melakukan transformasi atau bertransformasi dan
melakukan berbagai inovasi dalam menghadapi lingkungan yang sangat dinamis tentunya dengan selalu berpegang teguh padah
prinsip-prinsip koperasi.
Koperasi
sebagai pilar ekonomi yang sejalan dengan jiwa Pancasila, tetap selalu relevan
dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dunia usaha, sejauh mampu merespon
perkembangan zaman khususnya kalangan milenial. Di era digital saat ini koperasi
harus segera untuk melakukan transformasi untuk tetap bertahan. Namun
transformasi koperasi ini tak hanya dilakukan hanya dengan mengaplikasikan
software terbaru, tapi juga harus melakukan perubahan model bisnis, manajemen
serta pelayanan terhadap anggota
Menurut
Chief Executive Officer multi inti digital bisnis (MDB) Subhan novianda, untuk
melakukan transformasi digital, ada tiga tantangan yang harus dihadapi koperasi
yaitu penguasaan teknologi, menyiapkan proses dan menyiapkan sumber daya
manusia yang benar. Selain itu, yang perlu dibenahi adalah mengubah mindset
atau pola piker masyarakat terhadap koperasi dan bagaimana koperasi itu
dijalankan
Pada
zaman dan kondisi sekarang ini dalam berbagai bidang, generasi milenial yang
paling mendominasi dalam mengambil peran. Namun tak banyak anak-anak muda yang
dekat dengan koperasi. Bagi generasi milenial koperasi seakan-akan seperti
Lembaga yang sudah tua atau jadul olehnya itu koperasi harus berbenah dalam
berbagai aspek. Transformasi dan inovasi perlu dilakukan untuk menarik para
generasi milenial untuk ikut mengambil peran atau berkontribusi dalam
pertumbuhan ekonomi.
Teknologi
melebur kedalam kehidupan sehari-hari manusia sehingga perlu untuk mengikuti
perkembangan dan perubahan agar tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman.
Pelaku utamanya bukan teknologi tapi manusianya bagaimana agar manusia dapat
menguasai dan memahami teknologi dengan baik. Proses dan Model bisnis koperasi
di era digital ialah dengan berjiwa koperasi yakni dengan mengutamakan asas gotong
royong dan kebersamaan agar saling bersinergi.
TRANSFORMASI
KOPERASI
Berikut beberapa langkah awal yang perlu
dilakukan koperasi untuk melakukan transformasi antara lain yaitu:
1. Penguasaan
teknologi
Penguasaan
teknologi sangat diperlukan diera industry 4.0 dimana teknologi telah melebur
kedalam keseharian manusia. Sebagai contoh setiap orang menggunakan handphone
(HP) oleh karenanya penguasaan teknologi sangat diperlukan untuk transformasi
koperasi baik karyawan ataupun anggota koperasi
Kedepannya
koperasi dapat membuat transaksi dalam bentuk digital sehingga dapat memberikan
kemudahan fasilitas bagi para anggotanya. Baik dalam hal mengakses akun
simpanan dan pinjaman maupun ketika melakukan transaksi simpanan maupun pinjaman
2. Proses
yang benar
Merubah
mindset masyarakat akan tujuan dan prinsip koperasi harus dikedepankan. Percuma
kalau koperasi sudah bertransformasi namun pola masyarakat masih terpaku pada
koperasi simpan pinjam dan berbagai stigma negatif lainnya. Padahal dengan
sentuhan teknologi dan financial yang otomatis, koperasi dapat menjangkau
masyarakat luas baik itu anggota maupun non anggota
3. Sumber
daya manusia (SDM)
Proses persiapan
sumber daya manusia juga harus benar tidak asal merekrut sehingga tidak terkendala
dalam hal operasional. Pelaku utama teknologi adalah manusia itu sendiri
sehingga perlu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi
para generasi milenial guna membantu system tata kelola koperasi modern
INOVASI
KOPERASI
Setelah melakukan transformasi di era
digital atau era revolusi industry 4.0 maka selanjutnya kopesi melakukan
inovasi. Pola dan gaya hidup masyarakat terutama masyarakat milenial adalah
bercirikan segala sesuatu lebih mudah dan cepat. Disinilah koperasi perlu untuk
melakukan inovasi dengan melihat peluang yang ada disekitarnya. Inovasi yang
dilakukan koperasi zaman now adalah mendigitalisasi koperasi. Dengan
mendigitalisasi koperasi akan mampu untuk terus berkembang dan meningkatkan
kesejahtraan anggota koperasi. Berikut beberapa contoh inovasi koperasi di era digital
antara lain:
1. Toko online koperasi
Dengan
perkembangan zaman koperasi harus menyediakan toko online berbasis e-commerce,
koperasi yang terhubung dengan toko fisik setidaknya memiliki website atau aplikasi
yang dapat diakses dengan mudah kapanpun dan dimanapun
2. Layanan
online koperasi
Layanan berbasis
aplikasi sebagai wadah informasi terkait dengan kegiatan, produk, laporan
keuangan dan lain-lain. Selain itu juga sebagai wadah untuk memberikan saran dan
kritik untuk perkembangan koperasi kedepan. Dengan mudahnya akses maka
masyarakat baik anggota maupun calon anggota akan lebih antusias
3. Akuntansi
terintegrasi
Pencatatan keuangan sangatlah
penting, namun juga harus cepat dan tepat, dengan terintegrasi maka pencatatan
keuangan untuk iuran, simpanan, SHU dan lain-lain akan menjadi otomatis
terhubung keserver sehingga nantinya akan lebih mudah
4. Anggota
terintegrasi
Dengan adanya manajemen anggota
yang baik dan terintegrasi mulai dari pendaftaran yang dapat diakses melalui
internet maka akan meningkatkan rasa
tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap koperasi
5. Strat
Up berbasis koperasi
Koperasi
diharapkan menjadi solusi perkembangan start up di Indonesia agar generasi
milenial dapat lebih berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi nasional
Tantangan
baru yang dihadapi koperasi di Indonesia akan semakin kompleks. Transformasi
koperasi sangat diperlukan dengan begitu koperasi akan kembali berkembang.
Salah satu kunci kesuksesan koperasi adalah kegiatan usaha koperasi, kerjasama,
dan inovasi. Pada akhirnya koperasi dapat terus eksis dan kredibilitasnya terus
meningkat yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru untuk masyarakat
serta memudahkan pemerintah untuk melakukan analisis kelayakan usaha